RSS Feed

some trashy things that made by me

Posted on

actually, im not into writing person. well, i do have millions of thoughts that i wanna share with but honestly, im fuckin lazy to write all of them :p. then why i made this ‘house’? well, i realized that even i have those brilliant minds and thoughts people cant know them just because i DONT LIKE TO WRITE. if all of them have an ability like Mama Loren do, i dont have to worried, but they only an ordinary people for god sake🙂. i will update this post if i got another trash to write😉
so here they are, some trashy notes😀
(fyi, i wrote them in Indonesian. so, im so sorry if some of you need Google Translate help to understand them)

“Barbie”

Ada seorang gadis kecil,
Menatap sebuah rak bertingkat yang terisi penuh oleh boneka wanita dengan kesempurnaan yang tidak termakan zaman bernama “Barbie” di sebuah pusat perbelanjaan paling eksis di zamannya.
Gadis itu hanya menatap dengan nanar,
seakan-akan ingin menelan seluruh boneka dengan bola matanya yang bulat kecil.
Ia mengambil sebuah box berisi boneka itu dan melihatnya,
“30 ribu” gumamnya dalam hati, lalu meletakkannya kembali dengan kelopak mata yang mengembang, ada air mata kecil terselip didalamnya.
Sebuah suara panggilan menyadarkannya, dan ia pun bergegas menghampirinya.
Ibunya memanggilnya dan menggamit tangannya.
Gadis kecil itu mempunyai satu pinta yang mungkin dianggap remeh oleh ibunya,
“Ma, beliin aku Barbie dong”
Ibunya menggeleng,
“Ngga ah, kemahalan. Lagian paling ntar lagi juga rusak sama kamu”
Si gadis kecil hanya terdiam, sambil terus mengikuti ibunya berjalan
Dalam pikirannya, ia hanya dapat membayangkan ia dapat memainkan boneka cantik tadi, boneka yang seperti dilihatnya di iklan tv, di sela-sela kartun Doraemon minggu pagi, “Fairy Princess” entah apalah itu namanya
Boneka yang dapat dimainkan bersama teman-teman si gadis yang mempunyai boneka dengan jenis yang sama, “Barbie”.
Yang asli, seharga 30 ribu bukan 3 ribu yang biasa ia dapatkan dengan cara menabung uang jajannya, kemudian baru bisa ia peroleh di abang-abang tukang mainan ketika ada acara layer tancep di belakang rumahnya.
Yang asli, yang bagian lengan atau kakinya dapat dibengkokkan. Bukan yang 3 ribu, yang badannya kopong ketika ditekan.
Yang asli, yang bagian celana dalamnya terdapat ukiran bunga-bunga bertuliskan “Barbie, by Mattel”. Bukan yang 3 ribu, yang bagian celana dalamnya rata.
Pada akhirnya ia hanya bisa membayangkan, dan meminjam “Barbie” temannya yang asli itu. Memainkannya sambil tersenyum ceria, karena mendapati kenyataan bahwa “Barbie” temannya itu dapat dibengkokkan kaki dan lengannya, menerima kenyataan bahwa celana dalam si “Barbie” berukir bunga-bunga. Paling tidak, ia pernah memainkan “Barbie” yang asli.
Sampai saat ini pun masih terbayang jelas di benak si gadis kecil,
Ia tidak pernah memiliki “Barbie” yang asli sampai sekarang.
Si gadis kecil pun berjanji dengan dirinya sendiri,
Ia akan membelikan gadis kecilnya nanti sebuah “Barbie” yang asli.
Tak peduli harganya.
Tak peduli akan cepat rusak atau tidak oleh gadis kecilnyanya nanti.
Tak peduli bagaimanapun caranya supaya ia dapat menghapus kenangan remeh di benaknya dan membalasnya suatu hari dengan yang lebih baik.
“Barbie”
Ya, hanya “Barbie” yang dapat membuat si gadis kecil ini tak bisa tidur dan membuat sampah pertamanya.

“batang leher berpemberat”

tenggorokanku bagai dijejali beribu-ribu ton pemberat
tatkala mereka menyalahkanku atas tindakan hari ini
apakah mereka tidak berkaca?
mereka tidak sadar?
merekalah faktor mengapa isi kepalaku selalu dipenuhi oleh beragam anekdot yang belum sepatutnya tidak memadati angan-angan saya seumur hidup saya
saya tahu mereka sebenarnya mampu, sangat mampu
saya juga tahu, bahwa saya sebenarnya sangat menyukai apa-apa yang mereka doktrin kepada saya
ya, saya jelas sangat takut untuk menjadi orang gagal
ya, saya sangat menghindari kemiskinan-seluruh daya upaya pikiran dan tenaga saya curahkan untuk menghindari jatuh miskin walau belum pada saatnya
hingga pada detik ini, tumpah ruahlah segala tuntutan saya yang tak terpenuhi
dada merajang
hati ini rasanya ingin meledak
ketika saya menemukan suatu kebuntuan, dan mau tak mau harus menaati system yang ada
apa yang saya lakukan?
hanya pergi ke kamar mandi, menangis dan mengambil air wudu
hanya tangis yang keluar dan kepada-Nya lagi saya mengadu

About Karaleva

too random girl, has too less place for her thoughts.

One response »

  1. Hahahah, lucu dan segar, cewek banget heheheh

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: